Semua Orang Bisa Menjadi Entrepreneur Termasuk Publik Figur

succes-story-CHRISTIAN-SUGIONO-09

Sebagia orang memiliki passion berbisnis. Bisnis merupakan sesuatu yang dinginkan bagi sebagian besar orang.

Tanpa terkecuali mereka bagi publik figur. Saat ini, banyak sekali publik figur ingin membangun usaha mereka.

Salah satu publik figur dan juga terjun ke dunia bisnis yaitu Christian Sugiono. Toko figur ‘Catatan Akhir Sekolah’ ini meniti karir bisnis pada tahun 2005.

Ia start bisnis pertamanya saat tinggal di Jerman. Ia berkolaborasi bersama salah satu temannya di Indonesia.

Saat itu memang Christian Sugiono memang memahami Coding dan temannya juga jago desain, so mereka membangun usaha di bidang Website and Mobile Site Development dengan system by Client Order.

Ide itu sebenarnya ide bersama. Tahun 2001 saat ia masih kuliah di Jerman, ia sering melakukan chatting bareng mahasiswa Indonesia yang ada di negara Eropa lainnya.

Dan Christian Sugiono bersama teman – temannya membuat website chatting dengan membeli domain. Dari situ, lahirlah nama malesbanget.com.

Tapi, tak berapa lama kemudian website tersebut mandek dengan satu alasan.

Waktu fakum website malesbanget.com, Christian Sugiono cs juga mendirikan perusahaan Web Development Subtube Studio.

Lalu, ia dan teman2nya mengaktifkan kembali MalesBanget.com (MBDC). MBDC adalah media online company serta memberikan informasi masalah konten-konten menarik berupa infografis, tulisan atau video.

Target audience-nya yaitu generasi milenial, generasi yang saat ini berusia 18 – 30 tahun.

Memberikan banyak option buat beriklan merupakan salah satu kelebihan dari MBDC dari para kompetitornya.

Strategi branding Christian Sugiono dikerjakan buat menjadikan MBDC sebagai top of mind di seputar pembacanya yaitu dengan menonjolkan sisi unik dari MBDC agar mudah diingat  audience-nya.

Dengan membuat konten-konten yang sesuai dengan selera audience. Serta dengan memahami selera audience tersebut.

Cari cara branding membuat kita sebagai media dekat dengan para audience. Saat ini, MBDC lebih fokus memanage konten-konten video yang menarik.

Contoh targetnya adalah anak muda yang senang menonton video YouTube. Cara yang bisa dilakukan untuk ‘mendekatkan diri’ dengan para audience yaitudengan bekerja sama bareng YouTubers.

Maksudnya  membuat konten video yang melibatkan YouTubers buat menarik audience. Dengan begitu, audience bersama kita sebagai medianya akan menjadi lebih dekat.

Tentunya, berbagai usaha yang akan kita jalani tidak akan lepas dari sebuah tantangan, bukan?

Tantangan yang pernah dihadapi oleh Christian Sugiono selama menjalankan MBDC adalah ketika harga kuota mahal.

Banyak audience yang menimbang-nimbang menonton video saat itu disebabkan kuota yang masih terbilang mahal.

Akan tetapi untuk saat ini tantangan tersebut akan terasa lebih ringan karena sekarang kuota internet sudah murah dan didukung oleh koneksi yang cepat.

Setiap tantangan pasti harus dihadapi. Kita tidak akan bisa menghadapi tantangan tersebut sedirian, bukan?

Kita membutuhkan sebuah team yang akan membantu kita untuk menghadapi dan melewati tantangan-tantangan yang terjadi di dalam bisnis.

Kita harus merapatkan barisan untuk membuat team yang semakin solid, sehingga tantangan yang akan dihadapi akan terasa lebih ringan.

Begitu juga dengan Christian Sugiono dalam membangun teamnya.

Saat itu, Christian Sugiono bersama 2 temannya yaitu Aryo Sayogha dan Aji, mengambil 1 editor. Lalu merekrut 12 orang lagi buat mengisi team IT, Sales, Content, Marketing, Office juga Finance.

Mereka awalnya membentuk team untuk membuat produknya. Kemudian mereka baru membentuk team sales.

Menurut Christian Sugiono, sistem pembentukan team-nya berbeda dengan perusahaan lain. Ia mementingkan untuk memiliki audience dan produk yang bagus.

Serta yang paling penting adalah konten-konten yang disuguhkan banyak dibaca dan ditonton oleh audience.

Pada saat itu, mereka belum memasang slot iklan meskipun sudah banyak yang bertanya tentang pemasangan iklan. Beberapa bulan kemudian, barulah mereka menyediakan dan menerima iklan.

Hal tersebut menjadi salah satu strategi yang digunakan. Agar mereka bisa langsung set premium price, dibandung saat audience masih sedikit, akan sulit untuk menaikan harga.

Lalu, bagaimana Christian Sugiono membuat SOP yang memenuhi standar untuk MBDC?

Permulaan Christian Sugiono dan para foundernya merasa kesulitan karena startup yang masih mendapat invesment yang kecil.

Menurutnya, mereka jago membuat konten. Tapi kalau untuk membuat struktur perusahaan, mereka perlu belajar dulu karena ini adalah perusahaan pertama mereka.

Akhirnya mereka merekrut beberapa orang yang memang lebih mengerti tentang struktur perusahaan. Maka terbentuklah sebuah sistem juga struktur kerja dan mulai bisa membawa perusahaan.

Selain tantangan yang memang harus dihadapi, setiap bisnis juga rentan terhadap perubahan. Apalagi jika bisnisnya itu berkaitan dengan teknologi.

Cara Christian Sugiono dan teman-teman untuk menghadapi perkembangan jaman adalah dengan banyak ngobrol dengan sesama ‘pelaku’ yang bergerak di bidang yang sama.

Banyak berkiblat ke luar negeri. Kita ambil apa yang sedang menjadi trend di luar negeri yang kemungkinan besar 2-3 tahun kemudian akan menjadi tren juga di Indonesia.

Seperti halnya dengan video live streaming. Saat itu, video live streaming masih belum menjadi tren di Indonesia, tetapi di luar negeri sudah ramai digunakan.

Karena perusahaan kreatif memang dituntut agar selalu fresh, inovasi dengan content, dll yang siap disajikan buat audience.

Semua konten tergantung pada platformnya. Dulu tidak ada yang menyangka bahwa Instagram bisa menjadi media untuk berjualan.

Selama masih bisa melihatnya, MBDC membuat konten sesuai dengan media yang akan digunakannya.

Sebagai contoh konten Instagram yang memuat galeri simple, video singkat seperti “10 hal di Bali yang tersembunyi”, meme kecil yang sedang ,dll.

Sedikit berbeda dengan e-commerce yang berjualan barang, MBDC lebih fokus untuk menjual konten. Jadi teknik pemasaran MBDC itu bermacam-macam.

Begitu juga dalam membangun partnership dengan 500 startup dan Rebright Partner.

2 hal ini menjadi venture capitalist yang investasi di MBDC Media. Not only investasi, keduanya juga adalah part of partners buat MBDC Media.

Bentuk kerja samanya lebih mengarah ke struktur investment. Tahun 2014 mereka fund rising, mencari capital ke orang lain, cocok dengan partner tersebut, partner inject money dan kemudian para partner mereka mendapatkan saham dengan jumlah cash sesuai kesepakatan.

Dalam hal mengatur waktu, Christian Sugiono selalu fokus satu saja. Artinya ketika ia sedang berada di kantor, ia fokus mengerjakan tugas2nya. Jika weekend, ia akan menghabiskan waktu bareng keluarganya.

Kebetulan, ia memiliki Manager yang banyak membantunya untuk mengatur waktu pekerjaan di luar kantor.

Christian Sugiono adalah satu dari sederet publik figur Indonesia yang sukses dalam berbisnis.

Selain Mark Zuckerberg, Ini Dia 5 CEO Kelas Dunia yang Hidup Sederhana Meski Kaya Raya
FacebookTwitterGoogle+Share